Sejarah Singkat

Perguruan Methodist 1 Pelembang

 

Pada tanggal 1 Mei 1908, Salomon Pakianathan (seorang India) dari Medan datang berkunjung ke Palembang dan pada tabun itu juga dia mendirikan The Methodist Mission School di Tangga Batu (16 Ilir) Palembang, dan Salomon Pakiatnathan sendiri sebagai Kepala Sekolah.

Tahun 1918 sekolah ini pindah dari Tangga Butu (16 Ilir) ke Lorong Kuningan (17 Ilir, Sayangan). Kepala Sekolabnya adalah Mr. March Fruman. Tahun 1922 The Methodist Mission School dari Lorong Kuningan pindah ke Jalan Tengkuruk tempat yang sudah permanen (sekarang ditempati Bank Dagang Indonesia). Seiring dengan itu Kepula Sekolahnyapun berganti dari March Fruman kepada Mr. H.C. Bowr (seorang Amerika). Pada tahun 1935 Mr. H.C. Bowr ini kemudian diganti oleh Dr. Prussner (keturunan Jerman—Arnerika)

Pada taltun 1942 Dr. Prussner diganti oleh Mile Ferren sampai Jepang masuk ke Indonesia. Dengan masuknya Jepang ke Indonesia. maka Mac Ferren bersama bangsa Amerika lainnya kernbali ke Amerika, kurena mereka dilarang oleh Jepang melakukan kegiatan apapun di Indonesia.

Karena pendudukan Jepang dan kembalinya orang-orang Amerika ke negeri asalnya, maka kegiatan The Methodist Mission School terpaksa vacum (tutup sementara) yakni tahun 1942-1949 di Palembang.

Baru pada tahun 1950 sekolah ini dibuka kembali dan namanya berubah menjadi: The Methodist English School (MES). Kepala Sekolahnya pada waktu itu adalah Hemnel (bangsa Amerika). Pada masa kepemimpinan Henmel inilah tanah yang menjadi lokasi Komplek Perguruan Methodist I saat ini dibeli Berhubung perkembangan The Methodist English School begitu pesat, sehingga komplek yang di Jalan Tengkuruk dirasakan tidak lagi memadai, maka mulailah dibangun komplek di Jalan Jenderal Sudirman Km 3,5 Palembang.

Pada tahun 1958 semua kegiatan MES pindah ke komplek yang baru di Jalan Jenderal Sudirman Km 3,5 Palembang dan Kepala Sekolahnya adalah Rev. Wesley Day (bangsa Amerika). sekolah-sekolah di Indonesia, maka sejak itu MES pun harus tunduk pada peraturan. Babasa pengantar diganti dari Bahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia serta namanyapun di rubah menjadi "Sekolah Methodist".

Sejak Methodist English School berubah nama menjadi Sekolah Methodist, terjadilah pergantian Kepala Sekolah/pimpinan perguruan, antara lain

-          Pada tahun 1960, Rev, Wesley Day diganti oleh Pdt. Mexander Simanjuntak

-          Pada tahun 1962, Pdt. Alexander Simanjuntak diganti oleh Pdt. Aldemar Hutabarat

-          Pada tahun 1964, Pdt Aldemar Hutabarat diganti oleh Pdt. M.H. Napitupulu

-          Pada tahun 1967, Pdt M.H. Napitupulu diganti oleh M.L. Tobing, BA.

-          Pada tanggal 5 Januari 1969, M.L. Tobing, BA. diganti oleh Pdt. S.M.H. Panggabean, MA.

Sejak tahun 1970, jumlah murid selalu bertambah jumlahnya dimana pada tahun ajaran 1977/1978 jumlah murid terutama tingkat SMA melimpah sehingga jumlah ruangan kelas tidak memadai lagi. Untuk dapat menampung murid dan menunjang kegiatan proses belajar-mengajar, Pimpinan/Ke-pala Sekolah mengambil langkah-langkah/kebijaksanaan sebagai berikut

1.       Pada tahun ajaran 1977/1978, dibukalah sekolah siang dengan waktu-waktu belajar sebagai berikut :

·         SD: belaja r pagi hari

·         Kelas III dan sebagian kelas I SMP-SMA belajar pagi hari

·         Kelas II dan sehagian kelas I SMP-SMA : belajar siang hari

2.       Pembangunan rttangan kelas yang baru, dilengkapi dengan Aula .dan Kantor-Kantor

3.       Mernbangun ruangan praktikum Fisika, Kimia dan Biologi. - Pada tanggal 28 Juli 1983, S.M,.H Panggabean, MA pindah ke Medan dan diganti oleh Pdt.J.Sitorus S.Th.

Pada tanggal 22 juli 1984, Pdt J.Sitorus S.Th. Pindah ke Medan dan diganti oleh Drs. J.H Gultom.

 

 

Sumber

Palembang, 31 Maret 1988

Penyusunan :

1.       Pdt. M. Silaban, Sth.

2.       A.R. Nainggolan

3.       S.M. Panggabean