Sekilas Pintas Mengenai “METHODIST”

(Oleh Pimpinan GMI Distrik 1 Wilayah 2)

 

Benua Eropa pada umumnya dan Negara Inggris Raya Khususnya pada abad ke XVII dilanda resensi iman dan resensi kerohanian. Akibatnya buruh-buruh tambang dan buruh-buruh kasar lari kepada minuman keras/alkohol. Dan ditengah-tengah resesi yang demikian terang Injil di negara-negara Eropa mulai redup dan hamper padam. Pada saat itu dibutuhkan semangat pembaharuan iman dan kerohanian. Tepat 250 tahun yang lalu Tuhan membangkitkan semangat kita melalui “Gerakan Methodist” yang lahir di Inggris melalui pendeta John Wesley c.s

John Wesley lahir pada tanggal 17 juni 1703. Bapaknya seorang pendeta di Gereja Anglikan Inggris. Pada tahun 1720, john Wesley memasuki perguruan tinggi universitas Oxford yang terkenal itu.  Selain di Oxford, John Wesley telah melihat kesuraman iman dan kerohanian yang melanda inggris, menghadapi situasi yang demikian , John Wesley beserta beberapa teman-teman sepakat membentuk satu persekutuan kudus. Pada tanggal 22 November 1729 beserta beberapa mahasiswa dan dosen di universitas Oxford memulai gerakan kekudusan ini yang diatur dalam ketertipan membaca Firman Tuhan, ketertipan belajar dan ketertiban hidup sehari harinya.

Karena kelompok ini sangat ketat dengan peraturan yang mereka cetuskan, maka mereka dijuluki dengan ejekan “orang-orang yang memiliki method” Walaupun ejekan ini terus menerus dilontarkan kepada mereka, mereka tidak mundur, malah mereka semakin bersemangat, dan akhirmnya mereka diejek dengan istilah “orang orang Methodist” dan nama itulah yang terkenal sampai saat ini.

Rabu 24 mei 1738, di jalan yang bernama Aldersgate-London, John Wesley mengikuti persekutuan doa. Malam itu kuasa Rohulkudus menguasai hati dan pikiran John Wesley, dan sejak malam itu dengan bimbingan rohulkudus John Wesley dengan bersemangat yang luar biasa mulai berkhotbah tentang kekudusan dan keselamatan. Peristiwa ini merupakan permulaan Gerakan Gereja Methodist.

Mei 1905. Salomon Pakianathan, seorang awam dan seorang guru dating ke medan di sumut untuk mengajar Bahasa inggris di sekolah swasta. Beliau seorang Methodist dan beliau merasa terpanggil untuk membuka kebaktian ber-bahasa melayu di medan. Beliau sendiri yang berkhotbah melalui Bahasa melayu. Dan mei 1905 inilah yang merupakan hari jadi Gereja Methodist di Indonesia.

Pada tanggal 1 Mei 1908 Salomon Pakhianathan pindah dari medan dan memulai pekerjaan Methodist di Palembang melalui sekolah yang diberi nama “Methodist Boy School” berdomisili di Jln.Tangga Batu 16 Ilir Palembang. Karena lingkungan dan situasi yang tidak mengizinkan untuk pendidikan maka sekolah ini dipindah ke lorong kuningan di 17 Ilir. Namun tempat ini juga kurang memadai sehingga harus dipindahkan ke Jln.Tengkuruk. di sini namaya dirubah menjadi Methodist English School (MES). Namun rupa rupanya perkembangan kota Palembang yang semakin pesat apalagi rencana pembuatan jembatan “AMPERA” maka MES ini membuka lokasi baru di Jln.Sudirman KM 3,5 Palembang.

Sesuai dengan situasi pada awal tahun 60-an maka nama perguruan ini dirubah menjadi PERGURUAN METHODIST 1 karena kebetulan juga Gereja Methodist membuka perguruan yang ke II yaitu perguruan Methodist II yang berdomisili di Jln.Kol.Atmo Palembang.

 

Pdt. J. P. Simanungkalit.

 

Pimpinan GMI D,1 W.II Tahun 1987/1988